Tampilkan postingan dengan label Self. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Self. Tampilkan semua postingan

November 12, 2015

6. Komunikasi

"Tidak ada orang yang membangun sebuah gedung tanpa memikirkan fungsi bangunannya, tidak ada orang membuat perjalanan tanpa mengetahui arah tujuannya. Demikian juga tidak ada orang yang melakukan komunikasi tanpa adanya tujuan" (Tirtamihardha, 2005)

         Selamat pagi/ siang/ sore/ malam :) Mohon maaf untuk tidak update sekian lama. Beberapa hari lalu saya UTS Psikologi. Bahan yang diambil dari Materi  1-5 :) Puji Tuhan hasil yang didapatkan termasuk memuaskan. Tetapi saya bertekad akan meningkatkan nilai saya di UAS :)Setelah hari-hari UTS berlalu kami diberikan libur selama kurang lebih 5 hari dan Pada hari Seninnya kami kembali masuk seperti biasa. Materi Selanjutnya yang akan saya bahas adalah tentang komunikasi.
       Ketika Dosen kami masuk kami diberikan beberapa nasihat mengenai hasil UTS kami. Setelah itupun kami bermain Games agar pembelajaran kami tidak membosankan. Games seperti apa sih? Nah dalam games ini kita dibagi menjadi 4 kelompok. Ketika 1 kelompok maju kita harus membuat cerita spontan dengan seorang anak hanya boleh memberikan 1 kata saja. Misalnya: si A "pada", si B "suatu", si C "hari", dan seperti itu selanjutnya. Tentu saja hasil dari cerita ini tidak bagus karena setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda dan dari awal kita tidak membicarakannya terlebih dahulu.
       Kemudian dosen kami pun mmberikan kesempatan kedua, tetapi kami diberikan waktu 10 menit untuk membicarakannya terlebih dahulu. Hasilnya? Tentu saja lebih baik dari hasil yang pertama :) walaupun masih sedikit kacau. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena terjadi komunikasi di kesempatan kedua. Semua yang dikomunikasikan dengan baik akan memproleh hasil yang baik pula. Sebenarnya apasih komunikasi itu?

      Komunikasi berasal dai bahas Latin yaitu communis dan communicare yang artinya membuat pengertian si pembicara dan si pendengar menjadi common sehingga terjadi interaksi di antara mereka. Para Ahli menyampaikan arti komunikasi sebagai berikut:
1. Komunikasi untuk menyampaikan pesan
2. Komunikasi adalah basis dalam berinteraksi dalam sosial
3. Komunikasi adalah terjadinya saling berhubungan dan memahami apa yang dimaksudkan.
4. Komunikasi adalah alat penyampaian ide, perasaan,pikiran dan kebutuhan.
5. Komunikasi mencakup penyampaian informasi yang dapat dilakukan melalui tindakan, sikap, bahasa tubuh, ekspresi wajah maupun kinerja sehari-hari.

Komunikasi terdiri dari beberapa komponen/elemen yaitu:
1. Sender atau pengirim
2. Channel / media
3. Berita / Message
4. Receiver
Contohnya: Pesona Indonesia membuat iklan tentang bagaimana indahnya pariwisata Indonesia dan menyiarkannya di TV maupun internet. Jadi, yang merupakan pengirimnya adalah Pesona Indonesia. Channel atau Media yang digunakan adalah melalui iklan TV maupun internet. Dan Beritanya adalah mengajak receiver untuk melihat betapa indahya Indonesia dan mengajak untuk berkunjung. Receiver adalah orang-orang yang menonton iklan tersebut.

MENGAPA ORANG-ORANG MELAKUKAN KOMUNIKASI?
1. Menjelaskan atau menggambarkan suatu kondisi atau kejadian
2. Untuk mempengaruhi orang lain
3. Untuk mengekspresikan perasaan dan sikap
4. Untuk membuat komitmen
5. Untuk menyelesaikan masalah secara langsung

Komunikasi dapat dibagi menjadi 2 bentuk yaitu:
1. Verbal:
     a. Lisan (pembicaraan, wawancara, telpon, debat, dialog)
     b. Tulisan (surat, email, memo, sms, kontrak, proposal, peraturan)
2. Non Verbal:
    a. Melalui bahasa tubuh (body language) dan bahasa isyarat (gerakan, ekspresi muka, suara, nada,           anggukan, gelengan)
    b. Citra Visual (photo, lukisan, seragam, rumah, mobil)
    c. Mulimedia (cetak dan elektronik)

Hambatan dalam komunikasi:
1. Kecemasan
2. Persepsi
3. Kebisingan
4. Konsentrasi
5. Menutup Diri
6. Lawan Bicara penuntut
7. Media yang tidak tepat
8. Feedback kurang jelas
9. Gangguan dalam pengirim dan penerima

Gaya Komunikasi menurut Murdoko,2002
1. Gaya Komunikasi Dinamit
Gaya komunikasi ini tegas, blak-blakan, meledak-ledak dan cukup kasar. Akan tetapi mereka ini terbuka dan berbicara apa adanya, Oleh Karena itu jangan menjadi salah persepsi. Kita cukup mendengarkan dan jangan memotong.
2. Gaya Komunikasi Detektif
Gaya ini sering mengajukan pertanyaan di luar dugaan, cenderung menyelidiki dan senang memancing lawan bicaranya. Untuk mengahadpi lawan seperti ini jangan banyak basa-basi, bicaralah berdasar data dan berani asertif dengan mengemukakan yang salah dan benar.
3. Gaya Komunikasi Putri Malu
Gaya ini menyatakan keinginan dan kebutuhan dengan media tulisan atau bahasa tubuh dan kurang menyenangi komunikasi dua arah. Cenderung pemalu dan pendiam. Kita harus bertindak proaktif, jadi problem solver dan gunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Sekian dari apa yang saya dapat pada pertemuan pertama setelah UTS :) Semoga apa yang saya bagikan dapat bermanfaat. Jika ada pertanyaan, komentar, kritik dan saran silahkan menuju kolom komentar :) Terima Kasih :)

Oktober 15, 2015

Materi 3 - Self Development


“If You have only one smile in you, give it to the people to love. Don’t Be surly at home, then go out in the street and start grinning ‘good morning’ at the total strangers”

Selamat pagi/siang/sore/malam. Pos kali ini adalah tentang mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Bagaimana sih caranya mempunyai pribadi yang baik? Dan bagaimana caranya setiap orang dapat melihat saya apa adanya? Disini kita aka mempelajari semua itu, mempelajai menjadi diri sendiri dengan pribadi yang baik. 
A. Pengertian Konsep Diri

Beberapa tokoh menggambarkan konsep diri sebagai berikut.
1. Gage & Berliner (1991)
“… totality of the perceptions that we have about we have about ourselves; our attitudes toward ourselves, the language we use to describe.”
2. Shavelson
Konsep diri adalah persepsi/pandangan seseorang mengenai dirinya sendiri dan terbentuk melalui pengalaman dengan lingkungan, interaksi dengan orang lain yang memiliki arti bagi dirinya dan atribut yang diberikan terhadap tingkah lakunya.
3. Donald W. Felker
Konsep diri sebagai satu set persepsi, ide dan sikap yang unik yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri. Sedangkan konsep sosial adalah cara orang lain melihat diri kita. Apa yang orang lain lihat tentang diri kita belum tentu sesuai dengan apa yang kita rasakan.
4. Louden & Della Bitta (1993)
Konsep diri (Sef-Concept) disebut juga Gambaran Diri (Self-Image) merupakan pandangan seseorang tentang dirinya yang sangat mungkin berhubungan dengan sikap dan perilakunya sebagai pelanggan.
                       
Secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 aspek konsep diri (Self Concept) yang dikemukakan Hall & Lindsay sbb:
  • Sebagai sikap, perasaan, dan evaluasi mengenal diri sendiri, dengan lain kata pandangan seseorang mengenal diri sendiri.
  • Merupakan rangkaian proses berpikir, ide, mengingat, dan persepsi mengenai diri sendiri.


A.1.    Pembentukan dan Perkembangan Konsep Diri
Pembentukan dan perkembangan konsep diri dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya:
  • Bagaimana upaya memberikan umpan balik secara konkrit ketika kita masih anak-anak. Pada saat 2 tahun pertama peran orang tua sangat penting dalam pembentukan konsep diri, yaitu dengan menimbulkan perasaan disayang, merasa penting, merasa mampu, dan merasa berguna.
  • Memberikan umpan balik secara abstrak tentang masa depan dan kemampuan serta menumbuhkan kemampuan instropeksi ketika menginjak dewasa.
  • Pengaruh dari orang-orang yang dianggap penting (significant others), missal orangtua, guru, dan saudara.
  • Pengenalan diri atau penilaian diri.


A.2.    Fungsi Konsep Diri
Lecky menuliskan bahwa setiap individu memiliki suatu unified system dalam menghadapi masalah untuk menghindari disharmonisasi antara diri dan lingkungan.
Konsep diri mempunyai fungsi sebagai berikut.
·         Mencapai harmonisasi, misal merubah diri sesuai dengan konsep dirinya.
·         Berperan sebagai interpretasi dari pengalaman yang diperoleh.
·         Sebagai harapan untuk menjaga kelangsungan hidup secara harmoni.

B.     Pengenalan Diri
Pengenalan diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
·         Pola asuh orangtua
·         Sekolah
·         Lingkungan/interaksi dengan orang lain
·         Belajar dalam kelompok

Ciri pengenalan diri positif:
·         Bangga akan yang diperbuat
·         Mandiri
·         Bertanggung jawab
·         Antusias terhadap tugas yang menantang
·         Berpikir dari sisi positif

Ciri pengenalan diri negatif:
·         Merendahkan kemampuan diri sendiri
·         Menyalahkan orang lain karena kelemahannya
·         Merasa tidak mampu
·         Mudah frustasi, gagal
·         Mudah dipengaruhi orang lain
·         Dependence (tidak mandiri)

Salah satu aspek untuk melakukan perubahan adalah mengenal kekuatan dan kelemahan diri dan mau menerima feedback dari orang lain.

C.      Emotional Intelligence

Perbedaan mendasar dari kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual adalah bahwa kecerdasan emosional berpusat pada fungsi emosi manusia sementara kecerdasan intelektual berpusat pada fungsi kognitif.
Goleman (1996) menuliskan bahwa emotional intelligence atau kecerdasan emosional adalah kecerdasan seseorang mengenali diri, mengendalikan dorongan hat, suasana hati, memotivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Kecakapan sosial mencakup keterampilan emosional atau Personal Intelligence atau kecerdasan pribadi.
Keterampilan emosional meliputi:
  1. Trampil dalam mengidentifikasi dan mengenali perasaan.
  2. Trampil dalam mengungkapkan perasaan.
  3. Trampil dalam menilai intensitas perasaan.
  4. Trampil dalam menunda pemuasaan.
  5. Trampil dalam mengendalikan dorongan hati.
  6. Trampil dalam mengurangi dan mengelola stres.
  7. Trampil untuk mengetahui perbedaan antara perasaan dan tindakan

D. Teori Johari Window
Teori Johari Window dikemukakan dengan tujuan untuk mengenali diri kelebihan dan kekurangan diri, serta kita juga diajak untuk mengenali dari sudut pandang orang lain mengenai diri kita. Dengan harapan kita bisa mempertahankan sikap positif kita dan mulai menghilangkan atau mengurangi sikap negative kita.
 

Teori Johari Widow yang dikemukakan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham:
         Tipe Terbuka
Contoh: saya terbuka dengan orang lain jadi tidak ada rahasia. Dapat dilihat dari kegiatan sehari-hari, sikap, karakter, dan merasa tidak ada beban serta tidak ada yang perlu disembunyikan.
         Tipe Tertutup (Pewawancara)
Contoh: saya orangnya tertutup, saya takut kekurangan saya dijelekkan dan kelebihan saya dimanfaatkan. Tipe pewawancara karena tidak mau diketahui identitasnya dan hanya mau menggali dan bertanya.
         Tipe Tidak Sadar Diri
Contoh: ketika Anda sebagai pewawancara, Anda harus seperti ini, tetapi saat berperan menjadi diri sendiri, Anda tidak boleh menjadi tipe seperti ini. Kita sendiri tidak tahu diri kita tetapi orang lain tau.
         Tipe Misterius
Tipe seperti ini tidak tahu tentang dirinya sendiri maupun orang lain, jadi orang tipe ini semuanya tidak tahu. Mudah dipengaruhi karena tidak tahu jalan hidup. 



Hal penting yang harus diperhatikan dalam teori johari window yaitu area terlebar itu adalah area terbuka dimana kita dan orang lain mengetahui banyak hal tentang kita sehingga semakin banyak orang yang mengetahui diri kita makan semakin sempit dan kecil area private dan semakin besar dan lebar area terbuka kita. Untuk upaya memperluas daerah terbuka yaitu kita harus membuka diri untuk menerima kritikan orang lain dan memberikan umpan balik dari masukan yang diterima.        
Umpan balik, yaitu berbagi perasaan atau pandangan mengenai perilaku orang lain. 
         Umpan balik ada dua, yaitu:
         Umpan balik pribadi, yaitu berkaitan dengan pribadinya.
Contohnya cantik, pandai, cerdas, dsb.
         Umpan balik hasil kerja, yaitu berkaitan dengan apa yang ditampilkannya.
Contohnya hasil kerja Anda tidak sesuai dengan kriteria.
           
Manfaat umpan balik:
         Membantu orang lain.
        Membangun dan mempertahankan kedekatan hubungan dengan orang lain.
           
Syarat-syarat memberikan umpan balik yang efektif:
         Jujur
         Berikan umpan balik secara deskriptif seperti yang dilakukannya, bukan evaluatif atau penilaian tentang pribadinya
         Dalam memberikan umpan balik sertakan alasan/penjelasan Anda
         Spesifik
         Berikan umpan balik secara jelas dan langsung
         Hargai keputusan apapun dari penerima umpan balik
         Jangan memberikan umpan balik terlalu banyak
         Berikan sesegera mungkin
         Check dengan anggota kelompok lain



Sekian dari apa yang telah sasya dapatkan di kelas Psikologi Pelayanan ini. Semoga bermanfaat bagi kalian semua :) Mohon maaf apabila ada kesalahan kata. Jika ada kritik, saran dan pertanyaan silahkan komentar dan saya akan usahakan menjawab :). Terima Kasih :)